Last Day in June


Jurnal Ramadhan. Day 25.

Mungkin bulan lalu, atau dua bulan yang lalu (?), pokoknya masih terbilang cukup dekat, beberapa teman ribut mengeluh soal kereta yang delay yang menyebabkan mereka terlambat ke kelas. Usut punya usut, penyebab kereta terpaksa harus macet untuk sementara, bukan karena jalur kereta sedang mengalami perbaikan melainkan seseorang baru saja membuang dirinya dengan sukarela ke rel kereta yang sedang tidak kosong. Treinsuïcide, begitu istilahnya. And it happens a lot here.

Masih bulan-bulan awal disini, mobil tetangga, pukul 2 malam meledak dengan sendirinya. Setelah sebelumnya, suara gaduh barang yang dilempar oleh entah siapa dan wusshhh.. mobil meledak.

Pernah ada pengeboman misterius di Amsterdam, beberapa orang luka. Untung tidak ada korban jiwa.

Minggu lalu, helikopter terbang rendah di langit Overvecht, lengkap dengan sirinenya. Kata Ahu, seseorang baru saja tertembak mati dan helikopter itu sedang memburu dua pembunuh yang kabur tersebut. Ahu memperlihatkan kepadaku tekape pembunuhan yang rasa-rasanya familiar (dekorasi bangunan disini mirip-mirip soalnya, jadi kayak pernah lihat).

Masih minggu lalu, kata Cita, pemuda – pemuda yang biasa nongkrong depan perbelanjaan Dirk, saling teriak-teriak, dan berkelahi.

Kemarin, di depan rumah, seorang anak sedang menangis kencang karena dibentak ayahnya.

Esok, entahlah.

Semoga Allah selalu melindungi. Aamiin :’)

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s