Keinginan yang Paling Sublim


Halo selamat datang, Ams.

Agak aneh mengucapkan selamat datang ke diri sendiri, terlebih saat kamu melakukannya berkali-kali, tanpa alasan yang benar-benar penting. Tapi aku sudah terlanjur aneh. Walau berharap setelah ini aku akan menjadi normal.

Seperti:

  1. Berhenti menulis cerita A, lengkap dengan kepatah-hatian yang melekat didalamnya. Sekali lagi,aku merasa sudah pernah berjanji seperti ini, tapi ternyata masih gagal. Tidak menulis tentang A itu susah, euy (dan kamu baru akan mengerti kesulitannya saat kau menjadi aku, kalau tidak menjadi aku, kamu berusaha melihatku dari perspektif manapun, kurasa kau tetap belum bisa memahami). Tapi keinginan untuk tidak menulis tentang A, saat ini begitu kuat. Begitu kuat. Dan aku berusaha tidak menahan-nahan. Banyak hal baik yang ada di tulisan tentang A, dan aku sendiri suka melihat tulisan itu, suka melihat aku menulis tulisan itu, suka merasai proses saat saya mencari potongan-potongan ingatan untuk dituliskan. Banyak orang yang tidak suka tulisan tentang A, dan yang membuatku paling sedih, prasangka-prasangka yang ditunjukkan kepadaku selesai tulisan tentang A itu dibuat. Nevertheless, keinginan untuk tidak lagi menulis tentang A tidak ada kaitannya dengan desakan-desakan orang lain (move on Ams; tulis tulisan yang lebih baik, berhenti galau, dll). Berhasil menjaga komitmen menulis 30 hari selama ramadhan, membuatku optimis bisa menjaga  janjiku juga kali ini.
  2. Blog ini tidak lagi di-link ke facebook. Facebook terlalu ramai, sedang isi blog ini adalah perasaanku yang sepi. Kadang-kadang i’m feeling insecure setiap saat tulisan ini gagal dipahami oleh orang yang membaca. Atau hal yang ingin ku sampaikan, sampai dengan bentuk yang paling berbeda ke kepala membaca. Tidak sepenuhnya bersembunyi, karena di twitter tetap tersambung. Hahaha. Hanya saja untuk konsumsi facebook, bakal lebih pilih-pilih, yang mana yang akan dipublish dan yang mana yang akan didiamkan. hehehe
  3. Menulis cerita cinta. Cihuy. Uhuk. Yoi, ini hal yang akan ku perjuangkan untuk membuat blog ini kembali hidup. Sampai saat ini belum ada format akan menuliskan seperti apa, tapi aku ingin melatih cinta untuk tumbuh di hatiku lewat tulisan ini nantinya. Jlebb. Hahaha. Mungkin diawal, bakal kaku yah, dan perasaan yang ku tulis akan tidak tersampaikan. Memulai kan memang selalu sulit. Namun, ketuk palu sudah terlanjur jatuh. Aku akan menulis cerita cinta.
  4. Tidak lagi mosting foto close up diri sendiri di instagram. Saat ini pengen tobat. Ucapan ustad di youtube itu benar. Apa gunanya menundukkan pandangan kalau foto centil tetap goes viral. Tapi foto bareng teman-teman sih bakal tetap ada yah. Foto celpi sendirian aja yang InsyaAllah not any longer published.  Hahaha.
  5. Ngisi biodata taaruf. Huahahahaha. Kedengerannya lol banget, tapi I mean it. Walau nanti gak tau CV nya diserahkan kemana. Hihihi
  6. Library traveling. Mari menghabiskan summer time di perpustakaan. Hahaha. Pengen ke rijkmuseum research library, pengen ke perpustakaan di Delft, di Leiden. Dan pengen jalan-jalannya sendirian, fix!
  7. Konsisten menulis di Frekuensi 555 Thz dua kali selama sebulan. Teman-teman please berkunjung kesana juga dong yah ^^

That’s all. August, please be kind to this little girl. Yak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s