Surat yang Membicarakan Khil #1 [Tentang Aachen]


Beste Khil,

Lama aku berfikir untuk menulis surat ini untukmu. Kau tau aku ingin selalu menulis untukmu, tapi akhir-akhir ini aku berpikir terlalu banyak. Banyak sekali yang ku pertimbangkan sebelum aku memulai surat ini. Berpikir baik buruknya tulisan ini, penting tidaknya buatmu, apa yang ingin ku sampaikan, kenapa aku harus menuliskannya padamu, dan masih banyak lainnya. Tapi aku hanya benar-benar ingin menulis, dan ku putuskan untuk mengarahkan surat ini kepadamu saja.  Menurutku, kamu penyabar. Dan aku merasa surat, serta apa saja yang akan ku ceritakan padamu lewat surat ini akan aman di tanganmu. Aku merasa denganmu, aku bisa bercerita apa saja.

Khil,

Aku merindukan perjalanan-perjalanan denganmu. Disini mem-boringkan sekali. Aku harus melaluinya seorang diri, mengerjakan semuanya sendiri. Aku bepergian seorang diri, kemana saja. Seperti saat ini.

Aku sedang dalam perjalanan dari Aachen, bagian terluar Jerman yang bersentuhan dengan Belanda hari ini. Surat ini ku tulis di dalam kereta. Dari kotaku, aku harus ke Maastricht dan itu menempuh waktu kurang lebih 2 jam. Dua jam yang terlalu sepi jika harus ku habiskan dengan tidur. Olehnya hari ini ku putuskan untuk bercerita denganmu saja.

Tidak seperti hari biasa, kali ini aku tidak membawa bekal dari rumah. Aku benar-benar sedang bosan dengan Dutch rutinity yang itu, kemana-mana membawa bekal makan dan minum. Saat ini aku ingin memanjakan diriku sendiri. Aku sudah berencana untuk membeli apapun yang ku suka di perjalanan: es krim, patat dan makaroni. Biarlah Khil sekali-kali aku boros. Toh besok aku juga akan kembali puasa untuk penghematan. Hahaha. Sekali kali, aku bebas dong  menghibur diriku sendiri.

Di tasku hanya ada satu novel karangan J.D. Salinger, the Catcher in the Rye, satu buku tulis dengan kertas berwarna-warni tempatku menulis surat ini, satu kamera polaroid yang ku namai mirip denganmu, dan headset, dan dompet. Bawaan standar orang yang traveling sendirian. Aku masih ingat, dulu, waktu kita masih suka bepergian bersama-sama, aku tidak perlu membawa buku juga headset sebagai penghabis waktu perjalanan. Toh kamu selalu punya cerita yang bisa membuatku terjaga sepanjang perjalanan. Kamu selalu pintar membuatku tertawa, dan menurutku leluconmu itu lebih candu dari lagu paling indah sekalipun. Jangan tertawa, aku sedang jujur! haha.

Khil,

Tidak tahu aku pernah baca dimana that we should travel alone to find the real us. Itu yang ingin ku buktikan di perjalanan kali ini. Aku juga penasaran apa yang akan ku temukan dalam perjalanan singkat ini. Dan juga, apa memang dalam sebuah perjalanan, harus selalu ada sesuatu yang bisa kita temukan? Tidak bisakah perjalanan hanya sekedar perjalanan?

Maka disinilah aku kali ini, duduk di kursi paling nyaman dekat jendela. Aku selalu memilih untuk duduk di kursi yang searah dengan pergerakan kereta. Kepalaku selalu pusing jika harus menatapi arah yang berpindah berlawanan. Di luar jendela, gambar-gambar mulai berganti: terowongan, jembatan, kincir angin, hamparan rumput hijau, bangunan-bangunan bata merah, domtoren, gereja-gereja.

Berangkat ke Aachen cukup mudah. Dari stasiun Maastricht, aku hanya perlu naik bus sekali, lijne bus 50. Sebenarnya, mau singgah terlebih dahulu ke Drielandenpunt, titik boundary Belgium-Belanda-Jerman. Tapi sial sekali, sesampainya di Vaals, baru ketahuan kalau jadwal bus dari Vaals ke Drielandenpunt itu cuma ada di hari Sabtu dan Minggu, sementara hari ini masih Jumat. Ck! Ini agak mengecewakan. Sebab, di website sama sekali tidak ada informasi tentang itu. Huh!

Maka dari itu aku melanjutkan perjalanan ke Aachen, kota kecil Jerman yang berkat film Rudy Habibie garapan Hanung Bramantyo, menjadi terkenal dikalangan orang Indonesia sebagai kota tempat Presiden Indonesia BJ Habibie menuntut ilmu. Khil, aku juga bisa ke kota itu ternyata. Yeay! Walau sekedar one day traveling aja sih. hehehe.

Oh iya tidak ada foto di Universitas RWTH (Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule) Aachen di koleksiku. Kalau kamu penasaran, kamu nonton film Rudy Habibie saja. Disana ada kok. Nah foto-foto yang ini, adalah spot-spot tourism yang main stream. Hehehe. Secara berurutan ada: Aachen Cathedral, Theater Aachen, Domschatzkammer, Aachener Rathaus, my gelato, miniatur Aachen Dom, dan beberapa gambar yang asal jepret karena suka aja. hehehe.

Menyenangkan juga ternyata, berjalan sendirian. Membaca arah, perasaan asing yang indah, bertanya, meminta pertolongan, merasa konyol, tersesat, menikmati es krim, deg-degan, bolak balik ambil bus karena kelewatan, over waspada, melempar senyum ke stranger, sedikit takut dan banyak rempongnya. hihihi.

Aku sedikit terhibur dengan perjalanan singkat ini. Kamu juga harus merasakannya Khil. Sepanjang perjalanan, aku banyak menonton. Menyimak genggaman tangan para pensiun tua, tawa-tawa remaja yang berkumpul bersama teman sepermainan, pundak-pundak yang bersandar kelelahan, pigeons yang berkumpul mematuk roti, lalu lalang manusia yang sibuk, keramahan orang asing, lagu yang terdengar sangat keras, langit yang sendu, pohon-pohon yang meneduhkan mata.

Banyak yang harus ku benahi, Khil, dalam hidup ini. Juga banyak hal yang harus ku syukuri untuk diriku sendiri. Salah satunya karena perjalananku aman. Kamu tahu? Disaat yang sama aku di Aachen, di bagian Jerman yang jauh, Munich, dilanda terror attack. Dunia berubah mengerikan bukan? Dan Alhamdulillah, Allah masih menjagaku.

Eh, sebentar lagi aku sampai di stasiun kotaku. Surat ini ku akhiri dulu. Kapan-kapan aku akan menulis lagi untukmu. Di sebuah perjalanan yang lain, aku akan berkabar lagi. Oh iya, semoga kakimu cepat sembuh.

Lovely regards, perempuan yang banyak mengingat.

Advertisements

5 thoughts on “Surat yang Membicarakan Khil #1 [Tentang Aachen]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s