I slipped and fell


Tidak ada romantisme yang kau rasa tersisa di kotamu, bahkan jika kau sudah berupaya mencari-cari. Atau menciptakan. Katanya kebahagiaan adalah sesuatu yang kau pilih sendiri. Kalau kau tidak bahagia, itu kebodohanmu sendiri.

Bagaimana cara untuk menjadi bahagia?

Kau ulang-ulangkan terus itu dalam hatimu, padahal kau sendiri sudah tau jawabannya. Tetap, kau tidak bisa merasakannya. Kau coba-coba, kau latih-latih untuk tetap tersenyum dalam keadaan sempit sesak. Semakin kau rasakan bening bulir air jatuh dari ujung bulu matamu, padahal kau mencoba tersenyum.

Kau tahu kau gagal. Kau tahu kau berada dalam kebingungan yang luar biasa saat shalat-shalatmu hanya menjadi rutinitas merapatkan kening ke tanah. Kau kehilangan debar saat membaca petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Tuhan di bukuNya yang suci. Kau sebenarnya kenapa? Kau hanya yakin kau kehabisan iman, atau memang kau tidak tau apa-apa.

…kau mati rasa.

Malang.. malangnya kau. Kau tidak boleh begini terus.

Jangan terlalu jauh meninggalkan Tuhanmu. Kecuali kau ingin hidupmu tak berartikan apa-apa.

 

Advertisements

One thought on “I slipped and fell

  1. Atas paragraf terakhir, jawabannya ada dalam paragraf sebelumnya: “Kau hanya yakin kau kehabisan iman, atau memang kau tidak tau apa-apa.”

    Kita tidak pernah jauh dari Tuhan. Kita tidak pernah bisa meninggalkan Tuhan. Tuhan tetap dekat. Hanya saja, kita tidak mengenal, itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s