Hoe gaat het?


Kau tidak suka kalau aku terlalu ribut menyuarakan rinduku. Kamu takut kamu juga goyah. Sebab kamu tau untuk siapa keping-keping rindu ku susun. Tapi kamu tidak mau memperhatikan.

Kamu bilang: bantu aku untuk tidak peduli perasaanmu, belum waktunya. Ah aku berharap kata ‘belum waktunya’ itu tidak usah ada. Kenapa kau menahan-nahan perasaanmu? Kenapa tak kau biarkan saja mengalir. Toh aku dengan senang hati menampung.

Tapi kamu bersikeras tidak mau. Padahal aku rindu kamu. Teramat rindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s