Apa kau memperhatikan?


Sulit sekali untuk menarik perhatianmu sejak kau memutuskan untuk fokus pada dirimu sendiri.

Semua yang tidak ada hubungannya dengan ambisi-ambisi yang sedang kau jalani sekarang kau acuhkan begitu saja.

Kau hanya menyahut seadanya pada orang yang menegurmu.

Dan aku hanya seorang pelamun yang menunggu kau sapa, menunggu untuk kau kenali, tapi enggan membuat usaha agar kau menoleh.

Karena aku perlu memastikan sesuatu. Jika aku tidak menyapamu terlebih dahulu, apa kau akan berusaha untuk mencari tahu keberadaanku?

Padamu, aku harus seperti itu.

Aku bisa berbicara pada siapapun yang ku hendaki, tanpa perlu berfikir aku atau mereka kah yang memulai percakapan terlebih dahulu. Tidak penting untuk orang lain.

Namun untukmu, aku perlu tau.

Apa kau memperhatikan(ku)?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s