Surat yang Membicarakan Khil #5 [Dikunjungi Pilu]


screen-shot-2016-12-10-at-11-37-33

Bunga-bunga es menjadi mantel autumn hari ini. Dari jendela, hamparan putih secara tidak merata mulai berbentuk.

Daun-daun maple sudah lama jatuh ke tanah. Semenjak dua minggu lalu, maple-maple merah, juga kuning itu satu-satu berlompatan, bermain bersama rumput-rumput yang menanti mereka luruh. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak keluar merasai hawa gigil yang disembunyikan cerah matahari. Dengan pakaian seadanya aku keluar dari rumah dan menikmati sensasi dingin yang meski beku, tapi membawa angan jauh berkelana.

Sudah berapa lama aku berada di kota ini? Sudah berapa jatuh bangun yang ku lalui? Sudah berapa banyak rindu yang ku usahakan tidak lolos saat ia menabrak dinding-dinding pertahanan?

Fiuh.

Dingin semakin menjadi-jadi. Saatnya kembali kedalam rumah. Tepat saat ku balikkan badan, sepucuk surat yang menyembul dari badan kotak pos mencuri perhatianku. Ku ambil dan ku bolak balik. Dibagian belakang amplop, tertera nama Khil.

Khil!

Assalamualaikum Khalta,

Ada dua hal yang ku ingin ku sampaikan di surat yang singkat ini.

Pertama, aku bukan Khil. Aku meminjam nama Khil di surat ini agar aku bisa memastikan surat ini dibaca olehmu. You are desperately waiting a letter from Khil, aren’t you? Maaf harus memecahkan gelembung-gelembung harapanmu.

Aku tau tentang surat-suratmu karena aku dan Khil tinggal di flat yang sama. Surat-suratmu mendarat dengan manis di kotak pos kami. Awalnya aku sama sekali tidak punya niatan untuk membalas surat-suratmu. Saat suratmu yang pertama datang, aku kira kau akan berhenti menyurat dengan sendirinya begitu kau sadar Khil tidak membalas suratmu.

Tapi suratmu tidak menyerah mengetuk pintu rumahku. Ibarat seseorang yang bertamu, kamu harusnya sudah pergi saat salam mu yang ketiga kalinya tidak mendapatkan sahutan dari tuan rumah. Tapi kamu keras kepala. Kau tetap saja mengetuk pintu tanpa memikirkan ketukan pintumu itu akan mengganggu tuan rumah atau tidak. Dalam hal ini, ku akui, suratmu cukup menggangguku. Khil tentu saja tidak pernah merasa terganggu. Tapi itu karena…

Alasannya adalah, yang juga merupakan maksud keduaku menulis surat ini, tidak ada satupun suratmu yang dibaca oleh Khil. Khil sudah lama hilang. September kemarin dia ikut dalam rombongan relawan untuk korban banjir di Garut. Yah banjir dan longsor besar yang mengambil nyawa puluhan orang itu. Bersama tim relawan yang lainnya, mereka berada di daerah longsor berminggu-minggu. Sayangnya, saat teman-teman yang lain pulang, Khil tidak ada bersama mereka.

Singkatnya, tidak ada yang tau kemana Khil. Khil dinyatakan hilang begitu saja karena kau tau, selain aku, tidak ada yang datang mencari Khil. Kau sudah lama berteman dengannya kan? Berarti kau tidak lupa kalau Khil selalu hidup seorang diri.

Semoga kau bisa menerima kenyataan, Khalta. Bagiku ini juga berat. Khil sudah menjadi temanku yang baik disini, tapi.. aku tidak bisa berbuat banyak.

Olehnya itu, semoga setelah ini kau berhenti menulis surat untuk Khil. Aku tau betapa berartinya dia untukmu tapi, emmm, jangan sampai kesedihanmu tentang Khil berubah menjadi badai yang menghanyutkan kebahagiaanmu. Dari surat-suratmu yang ku baca, aku paham kalau hidupmu disana juga sulit, tapi, kuatkanlah hatimu selalu.

Sekian suratku, maaf untuk segala kabar mengejutkan yang datang di surat ini.

Salam, Qon.  

Habis sudah harapan. Di hadapanku, maple terakhir gugur. Di hatiku, pilu datang menghempas angan-angan bertemu Khil. Habis dan tidak menyisakan apa-apa selain sedu sedan yang panjang.

*********

Surat – surat yang dikirim Khalta untuk Khil sebelumnya ada disini:
Surat untuk Khil #1 [Tentang Aachen]
Surat untuk Khil #2 (Wajah Paris)
Surat Untuk Khil #3 [Menjenguk Dunia Dongeng, Praha]
Surat untuk Khil #4 (Negeri yang Dipeluk Alpen, Swiss)
Enjoy reading!

Advertisements

One thought on “Surat yang Membicarakan Khil #5 [Dikunjungi Pilu]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s