Mengukur Kebaikan


Selamat ulang tahun Uni.

Oia, belum pernah ka menulis dua kali tentang bestiesku loh. Kamu pertama kalinya harta karun yang dituliskan dua kali. Selamat yah! Eh. Hahahaha

Uni, jadi ceritanya habiska nonton Bangun Lagi Dong Lupus. Bagusnya filmnya ternyata, nyesal ndak nonton dari dulu. Un, sumpahka kalo orang-orang suka Dylan-nya Pidi Baiq, berarti tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta sama Lupus. Dylan dan Lupus itu kalau hidup di dunia nyata asli bikin baper! Tau tidak bemana Lupus pertama kali perkenalkan dirinya ke gebetannya? Jadi begini. Gebetannya kan komen: nama kamu mirip nama penyakit! Eh sama Lupus malah dijawab: ia penyakit yang akan membuat kamu bakal selalu ingat sama aku. Huauauauaaa.. Damn, ngaco yang sweet banget!

Oia tentang Lupus, Un kamu harus nonton filmnya. Baca novelnya juga harus! Hilman Hariwijaya pengarangnya, dan Lupus sudah lahir sejak tahun 1986 katanya. Lupus itu kocak asli, kadang-kadang garing, tapi yang paling penting, dia anak yang baik sekali sama orangtua. Emm sebenarnya rada beda sih Lupus yang di film sama di novelnya. Tapi biar kamu jatuh cinta dulu sama Lupus, urutannya adalah nonton dulu filmnya, terus nanti kenal dia lebih jauh di cerita-ceritanya yang asli. hehehe.

Un, pas nonton Lupus, banyak hal yang ingatkan saya ke kamu. Dia, seperti yang ku bilang tadi, care sekali sama keluarganya. Dia selalu bilang begini ke adik dan mamanya: Lupus itu satu-satunya cowok di keluarga ini, pengganti almarhum papi. Lupus punya tunggung jawab ke adik dan mama. Pas di ajak makan malam sama temannya dia suka nolak dan bilang begini: gak usah, aku makan di rumah aja, kasian mami makan sendiri. Gara-gara itu dia malah diejekin: haha, gitu-gitu ternyata anak mami. Dan Lupus malah ketawa sambil ngomong: bukan, ini tanggung jawab.  Ah Lupus..

Di lingkungan sekolah, dia jadi teman yang perhatian sekali. Suka membantu, semangat sama mimpi-mimpinya, punya empati yang tinggi ke teman-temannya, suka tiba-tiba ngomong bener. Hahaha. Oh dan satu lagi! Dia ke orang yang dia suka, selalu setia Un! hahaha. Oh masih ada satu lagi, dia rajin sholat juga. Kyaaaa…

Walau tentu saja kamu dan Lupus dua orang yang jauh berbeda, hanya saja dari beberapa karakter Lupus, ku pikir kalian punya beberapa kesamaan. Sama-sama orang yang mengedepankan orangtua, sama-sama orang yang optimis, sama-sama orang yang memperlakukan orang lain dengan sangat baik. Malah kalau dipikir-pikir kamu lebih tangguh, lebih keren 🙂

Ah Un, rindunya sama kamu. Selamat ulang tahun nah! Semoga payung kasih sayang Allah selalu menaungi 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Mengukur Kebaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s