Juz 13. Allah Tidak Pernah Meminta Banyak


Day 1 Ramadhan

“And [remember] when your Lord proclaimed, “If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.” -Quran surah Ibrahim, the seventh ayah.

Seberapa besar rasa syukur yang harus kita tunaikan agar mendapat balasan dari Allah swt? Allah tidak pernah menyebutkan bilangan pastinya. Bahkan Allah meminta banyak pun tidak. Dia hanya berucap: ‘kalau kamu bersyukur, Aku akan menambahkan nikmatKu’. Walau kita bersyukur sedikit saja, Dia akan menambahkan segala apa yang baik untuk kita.

Lalu kepada siapa rasa syukur ditujukan? Allah tidak pernah bilang syukur itu hanya untuk Dia. If you are grateful, kataNya. Bersyukur untuk apa saja. Syukur tidak melulu mengucap hamdalah, tidak sekedar kata-kata. Syukur yang hakiki adalah perbuatan. Being grateful means showing appreciation of kindness; it is a verb. Bersyukur karena sampai saat ini kita masih hidup diwujudkan dengan action: menjalani hidup sebaik-baiknya. Bersyukur karena masih mempunyai orang tua ditunjukkan dengan bakti-bakti yang tulus kepada mereka. Seperti itulah syukur. Dan kata Allah, jika kita menunjukkannya sedikit saja, ‘I will increase you, and increase you, and increase you.’

Tapi jika kita alpa bersyukur? Allah tidak menghukum kita karena kealpaan kita dalam bersyukur. Dalam ayat ini, selepas Allah mengatakan: if you deny [jika kamu tidak bersyukur], Allah diam. Allah memberikan spasi yang banyak, lalu memulainya dengan kalimat yang baru: sesungguhnya, hukuman dariKu amatlah berat. Maka bersyukurlah kita, dengan kemurah-hatianNya, kita tidak mendapatkan hukuman langsung sebagai konsekuensi tidak bersyukur. ‘Indeed, my punishment is severe’ adalah petunjuk yang Allah berikan, sebagai pengingat kepada kita, bahwa Dia Maha Baik, Maha Penyayang, hingga mahluk yang lupa bersyukur pun, ganjarannya adalah pengumuman “azabku sangat pedih”. Agar kita tetap mengingat: Hey, setelah hidupmu yang singkat di dunia ini, ada hari akhir. Hari dimana baik buruknya hal yang kau lakukan di dunia akan menuai ganjaran yang sesuai. Olehnya itu jika kau berlaku baik maka balasannya surga, but if you dont: indeed My punishment is severe.

***

Tujuan utama berpuasa adalah meningkatkan ketaqwaan, sedangkan tujuan Ramadhan adalah untuk mendekatkan diri kepada Quran (Nouman Ali Khan). Itulah mengapa di bulan Ramadhan pahala membaca Al-quran dilipatgandakan sedemikian rupa. Agar apa? Barangkali maksud Allah adalah: biar umatku yang menyayangiku semakin besar rasa ingin tahunya kepadaku dan biar orang-orang yang malas membaca Quranku itu tergerak hatinya setelah aku iming-imingi dengan pahala yang banyak. Hanya saja, yang perlu diri ini ingat adalah: bisakah menjadi dekat dengan Quran jika kita terburu-buru membaca banyak tanpa paham kandungannya? Bisakah kita mengklaim: aku dekat dengan orang itu jika kita hanya tahu namanya, tahu fisiknya, hanya bertemu beberapa kali, tanpa mencari tau lebih dalam karakter orang itu seperti apa?

Quality over quantity, sepertinya begitu. Olehnya itu Ramadhan ini target saya hanya satu: menjalin hubungan yang berkualitas dengan Quran. Seperti apa? Saya berharap: membaca, mencari tau kandungannya, lantas menuliskannya kembali agar ingatan itu bisa terikat di kepala adalah salah satu cara untuk mengenal isi Quran lebih baik.

Tulisan yang merupakan inti sari ceramah Ust Nouman Ali Khan ini merupakan usaha yang sedikit untuk memperpendek jarak dengan Quran. Sumber asli bisa dilihat di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s