Teach Like a Pirate


Judul buku: Teach Like a Pirate
Pengarang: Dave Burgess
Penerbit:  Dave Burgess Consulting
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 177 halaman

IMG_4460

Kehausan akan literature untuk membackup master thesis terkait inquiry based learning dan hubungannya dengan antusiasme belajar siswa, membantu menemukan jalan saya ke buku ini. Buku dengan judul panjang: Teach Like a Pirate: Increase Students’ Engagement, Boost Your Creativity, and Transform Your Life as an Educator, berhasil membuat saya menikmati proses penyelesaian thesis yang sepertinya gak banyak progress (jadi curhat cuy! wkwkwk).

Anyway, mari kita berkenalan dengan si empunya buku terlebih dahulu. Author adalah pemenang penghargaan guru Sejarah terbaik di San Diego, California. Perjalanan karirnya sebagai guru selama 16 tahun, menjadikan dia juga terkenal sebagai speaker dalam  beberapa konfrensi, pelatihan ataupun seminar yang diadakan untuk membantu para pendidik mengembangkan cara-cara mengajar yang kreatif dan menarik di dalam kelas. Tulisan-tulisannya yang lain bisa diakses in his personal blog DaveBurgess.com ataupun di buku lainnya yang berjudul: P is for Pirate, Inspirational ABC’s for Educators.

Now let checks what Dave offers in this book.

The way Dave structure materials in his book adapting the way pirates build their ship. Part I discuss the heart of the PIRATE system and philosophy which are Passion, Immersion, Rapport, Ask & Analyse, Transformation, and Enthusiasm. Part II memaparkan the “how to” sebagai follow up dari bab sebelumnya. Whereas part III memberikan final instruction untuk mengukuhkan tekadmu sebelum terjun ke kelas.

Further details into each chapter:

Bagian pertama buku ini adalah bagian faforit saya, menceritakan pengalaman pribadi Dave bersentuhan dengan guru-guru yang menyerah sebelum berperang. Guru-guru yang sering komen: buat kamu sih gampang soalnya kamu dari sononya sudah kreatif, gak kayak saya. For me personally, this part is shocking. Soalnya saya tahu, betapa banyaknya guru bermental kerupuk seperti ini, sebab dulu saya pernah menjadi salah satu diantaranya.

Bagian kedua dalam buku ini menjadi bagian yang sangat praktikal dan sepertinya hanya akan disukai oleh guru sejarah. Part II, Crafting Engaging Lessons mendalami metode-metode presentasi yang bisa guru gunakan untuk menarik perhatian siswa saat belajar. Hanya saja, saya banyak menskip halaman di bab ini karena merasa metode presentasi yang diberikan beberapa tidak bisa diadaptasi ke pelajaran lain. Untungnya kekurangan ini bisa dikompromisasi sebab Dave tetap memberikan beberapa pertanyaan sebagai panduan dalam proses brainstorming untuk menemukan metode presentasi yang sesuai dengan kebutuhan tersendiri.

Setelah semua pembahasan theoritis tentang passion, confidence, creativity, and enthuasism, juga tips and tricks untuk mengaplikasikannya in real life, maka bab ketiga adalah tulisan-tulisan untuk menjawab: where and when should you start applying them? Jawabannya tentu saja klasik: right here and right now. Tapi disinilah inti permasalahannya. Selalu saja memulai itu susah bukan? Memulai hubungan baru pun seperti itu, sulit untuk mengetahui apa dia benar-benar the right man untuk dituju. (Ya elah, curhat lagi. Fokus dong! hahaha)

IMG_4467

Hal lainnya, beberapa statement yang agreeable banget dalam buku ini adalah:

Creativity is rarely about natural brilliance or innate genius. Much more often creativity results from properly directed attention, laser-like focus, relentless effort, and hard work (page 38).

If you haven’t failed in the classroom lately, you aren’t pushing the envelope far enough. the key of failing without quitting is to shift your paradigm to believe there is no such thing as true failure — only feedback (page 48).

Any endeavour that doesn’t hold the possibility of failure can’t accomplish anything meaningful. The idea of the perfect class doesn’t exist (page 49).

Don’t fall into the trap of thinking time spent developing yourself into a well-rounded person, above and your role as an educator, is wasted or something to feel guilty about. It is essential and will pay dividends in not only your life, but also in your classroom (page 53).

Do you want to be more confident speaking in public? Think about how a confident person moves, sounds, and acts. Do that! Anthony Robbins said: “Acting ‘as if’ is most effective when you put your physiology in the state you’d be in you were already effective.” There is some truth to the often disparaged expression, “fake it until you make it.” (page 69).

Being truly great requires a significant amount of extra time and effort. It demands a relentless pursuit of excellence, self-improvement, and a never-ending commitment to grow and stay on the cutting edge (page 146).

Kill the inner critic that blocks your creative flow. Surrender your search for the holy grail of perfection. Create freely, liberally, and in great quantities; doing so relieves any one idea of the need to be perfect (page 159).

Overall, I enjoy reading this book. Bahasa yang dipakai oleh Dave termasuk easy English jadi it won’t be a difficult book to read even buat orang yang level kemampuan bahasa Inggrisnya gak sampai di tahap Academic or Professional users.

In the end, go home messages yang ku keruk dari buku ini adalah: 1) menjadi kreatif itu sebuah usaha bukan takdir, 2) passion bisa diciptakan, dan 3) entusiasme menular so spread the virus. I would love to recommend this book for those teachers who feel reluctant to innovation, who are afraid of failure in trying new learning approach in their class, who are pessimistic that their effort will eventually make a change for their students, who need reassurance and guidance that they can success to engage their students in learning. Untuk guru-guru yang dari awal memang sudah passionate in teaching, you don’t really need this book.

So, selamat membaca, pendidik keren!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s