Choco Brownies


Jurnal Ramadhan. Day 22 Yes, aku gak pintar masak. Sejak SMA, aku sudah hidup berasrama, jadi emang gak pernah masak. Pas kuliah, sukanya yang praktis-praktis. Jajan, atau ke rumah Rien masak bareng, atau paling mentok ke rumah Wana makan gratis. Hahaha. Bisa masak sih, tapi gak ahli. Nah kan ala ahli karena biasa. Masalahnya disitu, … Continue reading Choco Brownies

Advertisements

Iftar with Syrian Girls


Jurnal Ramadhan. Day 21. Semuanya berawal dari satu pertanyaanku ke Ahu, yang dia tanggapi dengan serius. Rindu dengan masa-masa ngevolunteer di Makassar, saya bermaksud mencari tau kegiatan serupa yang barangkali ada di negara kaya ini. Saya menceritakan ke Ahu, di kota tempat saya tinggal, kita punya banyak komunitas sosial untuk melakukan kerja-kerja volunteering. Saya menceritakan … Continue reading Iftar with Syrian Girls

Namaku dengan Atribut ‘ku’ Dibelakang


Fiksi Ramadhan. Day 20. (Tulisan ini sudah pernah diposting empat tahun lalu dengan judul yang sama) Detik ini aku tengah meletup rindu, terhadap suatu pernah kau memanggil namaku dengan atribut-ku dibelakangnya. Rasanya sudah lama sekali waktu membelakangi kebersamaan itu. Dan hujan di kotaku yang panas kali ini membuatku melamunkannya. Namaku dengan atribut -ku dibelakangnya, terasa … Continue reading Namaku dengan Atribut ‘ku’ Dibelakang

Tiga Tahun Lalu


Fiksi Ramadhan. Day 19. Suatu kali ada seseorang yang pergi. Lama. Ingin ia pupuk dulu rindunya. Semakin lama rindu semakin menggunung pikirnya. Maka ia menahan dirinya pulang begitu kuat. Begitu lama. Ia masih belum mau pulang. Masih memupuk rindu. Kali bersamaan ada yang menunggu begitu lama. Menahan rindu terlalu lama. Setiap membuncah ditampik. Tiap membanyak … Continue reading Tiga Tahun Lalu

Life that I Need


Tulisan Ramadhan. Day 18. Semua hal yang paling baik terjadi dalam hidupku, diberikan oleh Allah disaat aku tidak memintanya. Disaat aku sama sekali tidak sadar aku akan sangat membutuhkannya. Seperti kedua orang tuaku.  Ayahku adalah bapak yang pemarah, sedangkan ibuku adalah mama yang tidak sanggup meninggalkan anaknya tanpa penjagaan dan doa. Betul mereka tidak sempurna. … Continue reading Life that I Need

Barangkali Mudah Untukmu


Tulisan Ramadhan. Day 17. Bersyukur itu tidak mudah. Terlebih, kita sudah terlalu condong untuk menyukuri hal-hal yang baik saja. "Syukur banget, aku keterima kerja.." "Alhamdulillah.. akhirnya aku bisa juga punya rumah sendiri.." Betul, syukur udalah ungkapan terimakasih. Apa yang sering kita ucapkan saat bersyukur pada Allah? Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah. Yang menjadikan syukur tidak … Continue reading Barangkali Mudah Untukmu

Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #7


Tulisan Ramadhan. Day 16. Aku masih ingat -entah denganmu- momen begitu kau sampai ke negeri sakura. "Jangan lupa tulisannya nah." Aku kala itu hanya mengernyit, tidak mengerti. "Tulisan apa?" Lalu kau membalas pesan ku dengan buru-buru, "Ish, tidak pernah pako menulis tentang saya." Aku tersenyum, haru. Oh, yang kau maksud pasti tulisan ini. Tulisan harta … Continue reading Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #7

Yang Harus Kau Sembunyikan Rapat – Rapat


Tulisan Ramadhan. Day 15. Dear Allahku. Jika suatu saat aku mengenakan gamis yang panjang, lengkap dengan hijabku yang menutupi dada juga tidak transparan, aku tahu teman-temanku akan mengubah pandangannya padaku. Berfikir, wah alhamdulillah amma makin sholehah. Amma sudah berhijrah semakin baik, yang dulunya pakai celana ketat sekarang busananya sudah syar'i. Dear Allahku. Jika suatu saat aku … Continue reading Yang Harus Kau Sembunyikan Rapat – Rapat

Mijn Vader


Jurnal Ramadhan. Day 14.  Sebuah pemberitahuan muncul di facebook pagi ini: Happy Father's Day. Thanks to dads everywhere for their big hearts and big hugs.  Kebetulan, baru beberapa jam yang lalu aku menelpon bapakku. Bukan untuk mengucapkan selamat hari ayah, tapi karena sebelumnya chat di whatsapp dari adikku datang dan bilang: Kak, menelpon ki dulu, mau … Continue reading Mijn Vader