Membersamai Diam


Aku terlanjur tau bagaimana menyembunyikan perasaan, dalam diam, seperti yang tidak sengaja kau ajarkan dulu. Aku terlanjur paham. Aku membacamu dengan semua kesunyian yang ku miliki. Biar kau benar-benar tidak tau aku memperhatikan. Kadang-kadang aku juga bertanya pada bayangan yang setia menemaniku. Perihal kenapa semua ini harus dirahasiakan, tentang sampai kapan semua ini akan bertahan. … Continue reading Membersamai Diam

Advertisements

Menyimpang


Suka sekali aku berfikir mengapa aku masih belum bisa melupakanmu A, bahkan dalam sakit kepala yang paling peningpun. Apa yang salah? A. G. Hughes & E. G. Hughes, dua orang pakar psikologi kenamaan, yang tidak sengaja ku tamati pembahasannya mengenai "lupa", dari mereka kemudian ku temukan pengetahuan baru tentang kata kerja yang selama ini berusaha … Continue reading Menyimpang

Ingatan Basi


Selamat sore A. Aku tiba-tiba mengingatmu sore ini. Tidak ada hujan yang mengantarkan pesan rinduku kali ini. Tapi kau tetap saja hadir. Tak perlu pula ku tunggu purnama untuk memvisualisasikan wajahmu, sama sekali tidak perlu. Kau sekarang sudah bisa menyusup dicelah waktuku yang mana saja. Kau selalu bebas memilih. Aku yang tidak pernah siap kau … Continue reading Ingatan Basi

Perhentian


Ada banyak cara buatmu untuk buatku berhenti kau tau? Kau bisa meminta dengan sangat hati hati agar aku bisa menyerah. Kau juga bisa buat saya terbentur dulu, menabrak sesuatu, lalu merasakan sakit sendiri, dan akhirnya aku sendiri yang akan memutuskan untuk mengecap spasi. Mungkin, bibirku sendiri yang akan mengatakan: saya selesai berharap. Hahaha, urusan patah … Continue reading Perhentian

Pilihan


Dari dulu saya selalu senang dengan soal pilihan ganda. Pilihan ganda selalu menyiapkan jawabanjawaban. Aku tidak perlu susah payah menulis terlalu banyak, menghapal terlalu lengkap, untuk mendapat jawaban. Jawaban sudah tersedia. Tinggal aku yang perlu memilih dengan benar. Harusnya hidup seperti itu pula. Ah memang sudah begitu sih. Hanya saja, persoalan hidup tidak semudah soal … Continue reading Pilihan

Tanpa Alasan


Ku ingat percakapan kita di suatu bus pada suatu malam yang kemarin. Kau beritahu aku tentang janji yang belum kau lunasi. Lalu ku jawab, aku bisa melunaskannya bila kau ingin, tanpa harus kau tunaikan janjimu. Lalu kau berdalih lagi, emm tidak usah, biar aku punya alasan menemuimu suatu hari di masa depan. Aku mengangguk mengiyakan. Dalam hati … Continue reading Tanpa Alasan

01.27


Pada semua orang yang kita sayang, hubungan kita bukanlah hubungan saling memiliki. Allah hanya meminjamkan dia untuk kita dan meminjamkan kita untuknya. Itu saja. Sudah begitu besar karunia Allah, bahwa kita ditakdirkan bersama. Atau pernah bersama... ~Salim A. Fillah   Aku sudah tidak banyak mengenal hidupmu, A. Warna apa yang kau pakai lukis memulai harimu, … Continue reading 01.27

Sepuluh


Hai A. Ini sepuluh yang ku tulis lagi untukmu. Terakhir kali menulis untukmu, sembilan, itu 26 November yang lalu. Sekarang hari terakhir Januari. Perhitungan kasarku sudah ada 60 perguliran siang malam yang ku lewati tanpa mengadu padamu. Pikirmu mungkin,ah cuma 2 bulan, waktu berlalu cepat, tidak ada yang penting dengan itu. Tapi tidak denganku. Dua … Continue reading Sepuluh

Melunasi Janji


"Kau ingin suatu saat ku bawa kau pada sebuah taman bunga yang indah?" Aku berdiri di depan cermin. Cermin memantulkan mimik muka yang aneh. Senyum tidak simetris dan raut yang sedikit-sedikit cengengesan. Ahh ekspresi yang benar harusnya bagaimana?  "Hati ku seperti taman hibur di tengah kota. Jika kau sedang kesepian, datangi aku, ku temani kau dengan … Continue reading Melunasi Janji