Surat yang membicarakan Khil #6 [Bagian yang Tidak Terisi]


Untuk Qon, Terimakasih, balasan surat-suratku akhirnya datang. Suratmu mengetuk pintu rumahku tepat waktu. Tepat disaat aku memutuskan untuk menyerah dan memilih berhenti  berkirim cerita. Sebelum suratmu sampai, aku didera bosan yang berkepanjangan. Aku, dengan surat-suratku yang tidak menuai balasan, hampir saja berhenti menulis. Aku capek berbicara pada diriku sendiri. Aku selalu menunggu balasan surat-suratku datang. [...]

Advertisements

Surat yang Membicarakan Khil #5 [Dikunjungi Pilu]


Bunga-bunga es menjadi mantel autumn hari ini. Dari jendela, hamparan putih secara tidak merata mulai berbentuk. Daun-daun maple sudah lama jatuh ke tanah. Semenjak dua minggu lalu, maple-maple merah, juga kuning itu satu-satu berlompatan, bermain bersama rumput-rumput yang menanti mereka luruh. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak keluar merasai hawa gigil yang disembunyikan cerah [...]

Surat yang Membicarakan Khil #4 (Negeri yang Dipeluk Alpen, Swiss)


Khil, temanku. Hari ini tepat 90 hari sejak pertama kali aku mengirimkan surat untukmu. Ku kira tidak akan terlalu lama untuk melacak jejakmu kembali. Nyatanya, 3 bulan berlalu begitu saja tanpa ada -meski hanya secuil- petunjuk tentang hari-hari yang kau jalani, entah dimana. Apa surat ini tidak sampai? Mestilah. Karena aku yakin kau tidak akan [...]

Surat yang Membicarakan Khil #3 [Menjenguk Dunia Dongeng, Praha]


Khil, my one and only dude. Aku menulis lagi untukmu. Sama sekali aku tidak berharap kau harus membaca suratku ini. Kau tidak terjangkau, dan aku hanya bisa mengasumsikan kalau kamu sedang sibuk belakangan ini. Sibuk yang membuatku kesal karena kau tidak pernah lagi menyapaku. Aku juga ingin sekali menghilang seperti kamu. Bagaimana kamu melakukannya? Bagaimana kamu [...]

Surat yang Membicarakan Khil #2 (Wajah Paris)


Hi Khil, apa kabarmu? Aku semakin bingung tentangmu. Kau seperti menghilang, tidak tau dimana. Tapi kadang kau tiba-tiba datang dengan chat ceria. Lalu ngobrol ngalur-ngidul membicarakan masa lalu. Masa-masa kita aktif bertualang di bangku kuliah. Hehe, aku lebih tepatnya yang bertualang dan kamu sibuk di laboratorium. Masa-masa dulu kamu sering protes karena aku suka minta [...]

Surat yang Membicarakan Khil #1 [Tentang Aachen]


Beste Khil, Lama aku berfikir untuk menulis surat ini untukmu. Kau tau aku ingin selalu menulis untukmu, tapi akhir-akhir ini aku berpikir terlalu banyak. Banyak sekali yang ku pertimbangkan sebelum aku memulai surat ini. Berpikir baik buruknya tulisan ini, penting tidaknya buatmu, apa yang ingin ku sampaikan, kenapa aku harus menuliskannya padamu, dan masih banyak [...]