Pundak Siapa yang Tersandar?


Ada engkau dalam setiap doaku Sungguh aku rindu berbagi tawa Kini kita tidak lagi menyapa Biarlah hanya dari kejauhan Melihatmu tersenyum Walau tak pernah berbalas Bahagiamu juga bahagiaku Waktu selalu berbaik hati pada orangorang yang terluka. Kata mereka yang bijak: waktu akan menyembuhkan. Waktu akan menyembuhkan? Tanyakan pada yang terluka. Umm, tidak. Tanyakan padaku saja, [...]

Advertisements

Rumah itu Hati


Magrib membawa pulang lelaki itu. Ia masih khas dengan dirinya semenjak lima hari yang lalu tak kunjung pulang ke rumah.Tindikan di dagunya masih sama. Legam di kulitnya masih bersinar. Matanya masih redup tentu saja. Ransel hitam di punggungnya mengempes. Dari jarak pandang yang jauh aku sudah tau, ransel itu hanya sebatas aksesoris yang menyandangi kedua [...]

Sisi yang Lain


Lelaki dihadapanku mencintai perempuan berkulit pucat itu. Aku baru melihat pendar cinta yang minta dipetik dari matanya. Setelah cinta masa abu-abunya kandas beberapa kala tahun yang lalu itu, ini kali pertama aku melihat matanya dipenuhi wajah perempuan itu. Cukup membahas tentang perempuan itu saja saat duduk-duduk bersama ia, sudah cukup membuat pupil mata itu semakin [...]

[#FFSpesial] ~ Payung Merah Jambu ~


"Poni patteeeee....!!! Terowongan airku jangan di rusak dong...!! Susah tau ngebuatnyaaaaaaa.." "Ini gak dirusak namanya Mei, terowongan airmu lagi ku modifikasi. Dasar gak kreatif ngebuatnya lurus-lurus aja, di bengkokin dikit napa? Nah begini kan lebih bagus..." "Bagus apanya? Ini hancur namanya!" Tubuh kurus itu berlari menjauhiku yang bersiap menghadiahinya bom pasir padat nan basah. Aku [...]

Catatan Subuh


Dear Biru Lama tak berbincang pada langit Dalam bayangku ku liat kau berdiri disamping subuh menempelkan ujung hidungmu pada jendela menciptakan uap embun pada kaca, seperti dulu Sayangku biru, Pada koridor memoriku ku lihat cahaya matamu yang menari pupilmu membesar memantulkan perak jingga langit emm, apa itu karena aku tepat dihadapanmu kemarin? "Subuh itu, langit [...]

Kusut


Aku sering kali mendengarkan, untuk mengungkapkan sayang kepada seseorang dimulai dengan ucapan. Rasa, harus diucap oleh mulut. Agar hati yang kutuju mampu mendengarkan  perasaan yang tulus ku jiwai. Tapi bagiku tidak. Untuk aku, si gadis-bisu, aku hanya mampu menuliskan. Ku rasakan kebisuanku ini membatasi segala yang ingin ku ungkap. Segala yang ku ingin dia mendengarkan. [...]