Cinta yang Membebaskan


Baru kali ini ku temukan cinta yang membebaskan di hatimu. Aku, lantas menjadi palung laut yang dalamnya tak lagi menuai teror. Jurang di hatiku tak lagi mati, tak lagi dihuni sepi yang bergaung-gaung. Aku, lantas menjadi rimba hutan yang tak melulu gelap dan sesak. Keramahan adalah wajahku yang baru, orang-orang tak perlu lagi takut tersesat [...]

Advertisements

My Little World of Lykke


Kupu-kupu di perutku karenamu masih dan akan selalu Mimpi-mimpi di tidurku tentangmu selalu seperti itu Rona merah di pipiku sebabmu sesederhana itu Pinta di shalatku namamu sepanjang  usiaku Kamu, rumah di syurgaku pada suatu hari nanti yang ku tunggu     **diadaptasi dari puisi tanpa judul @rantingkecil

Bisu


Ibu, jika datang padamu aku bersembunyi dibalik punggungmu mengisak membasahi kerudungmu maka tak usah kau tanyakan apa apa cukup kau bawa kepalaku ke dadamu kau usap saja jilbabku yang kerdil karena aku hanya sedang rindu Ibu, jika datang padamu aku membujuk seperti bocah tidur di pahamu yang lapang tolong jangan bangunkan aku jangan tanyakan apa [...]

Terendam


Sudah ku rendam rinduku pada hujan yang menderu di luar sana planggg..! tertumpuk, basah seperti cucian. hanya saja aku lupa memberikan molto pada rinduku dan kerjaku hanya menambah tumpuk rendaman setiap waktu hahaha, kau harus menyiapkan masker penutup hidung karena rinduku teramat busuk kelewat lama di rendam

Berisik


Ah purnama ini berisik sekali sedari tadi ribut bertanya "mana malam-malam merah wajahmu mana suara-suara manjamu mana kekasih yang suka kau ajak bertengkar tentangku" mengejek tertawa keras sekali ku lempari dengan panci bulan itu, "sudah jangan banyak omong, air yang ku rebus jadi hangus!"

Pulanglah


Pulanglah bersama cinta yang terbungkus meski hanya dengan sekantong kresek gorengan begitu sudah baik   Pulanglah bersama rindu yang tertumpuk meski harus kau selip di cucianmu yang membumbung tak apa asal kau cepat pulang saja atau teh manis yang menunggu menjadi dingin

Dialog Hujan


~Kamu Menyaksikanmu satu-satu Menghitung nominal lelahmu lamat-lamat Ada yang ku ingin oksigen sampaikan padamu Agar bersenyawa langsung dengan tubuhmu Apa yang bisa ku ulurkan tangan untukmu?     ~Aku Ceklak hujan menari Membaui petrichor Hujan meresonansikan ingatanku disini Rinai rinduku menampar Aku tak butuh apa-apa  Cukup senyummu lenyapkan segala letih ~Mereka Bulir ke sekian hujan [...]

Kau Bulan, atau Cermin yang Hidup?


kau tau, bagiku kau adalah cermin, tempatku melihat seksama diriku hari ini, tapi di mataku kau selalu mampu mengungguliku, selalu. maka ku mulailah diriku mendaki, tidak di jalan yang kau pilih untuk kau lalui, di setapak yang ku buat sendiri. tapi perbedaan malah membuatku melihat diriku semakin kalah kalah jauh darimu. berfikirlah aku, apa benar [...]

Melangkah


kalau aku bertanya kepada diriku sendiri apa yang saat ini aku hindari maka ku gelengkan kepalaku cepat aku tak tau tapi perasaan tak betah tak pelak membuatku berbenah ada yang harus ku lupakan meski aku sendiri tak tau apa mungkin apa, mungkin juga siapa entahlah.